Langsung ke konten utama

TOU 2_Tugas 2_Perusahaan Makanan






            H. Jody Brotosuseno dan istrinya, Hj. Siti Haryani adalah pemilik dari waroeng steak and shake.Pada awalnya, usaha ini didirikan di teras rumah kontrakan oleh Jody Brotosuseno dan istrinya Siti Hariyani, pada tanggal 4 September 2000 Jl.Cendrawasih_Demangan,Yogyakarta. Sebelum mempunyai usaha sendiri, mereka berdua telah aktif membantu usaha ayah Jody yang memang telah lebih dulu berkecimpung di dunia bisnis restoran steak bernama obong steak. Obonk steak memang sudah cukup lama berdiri di yogya dan sasaran konsumen restoran ini adalah kelas menengah ke atas.
            Dari sinilah,siti haryani dan jody mempunyai ide untuk membuka tempat makan steak yang dapat menyentuh lapisan menengah ke bawah. Jody memilih nama waroeng sebagai brand usaha kulinernya untuk memberi kesan murah kepada konsumen. Jody juga tak segan memasang daftar harga di depan warung agar calon pembeli dapat mengetahui harga menu mereka yang murah. Uniknya, Waroeng Steak & Shake menyediakan nasi untuk dimakan dengan steak ,bukan hanya kentang, kacang panjang, wortel, atau jenis makanan lain yang biasa dimakan bersama steak. Tidak lama berselang, banyak pengunjung dari berbagai kalangan memenuhi gerainya karena daftar harga yang murah yang di pampang di depan waroeng steaknya. Sejak didirikan 15 tahun lalu, usaha kulinernya telah mencapai kurang lebih 48 outlet (gerai), dengan omzet di atas Rp 100 juta perbulan untuk setiap gerai. Mendengar kata steak akan teringat makanan khas Eropa yang mahal harganya. Namun, itu tidak berlaku di “ Waroeng Steak and Shake” . Hanya dengan merogoh kocek Rp 8.000 hingga Rp. 13.000, aneka macam steak pun dapat dinikmati dengan cita rasa yang tak kalah dengan steak di hotel berbintang.

STRUKTUR ORGANISASI PERUSHAAN




 Keterangan :
A.Pemilik : Orang yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memimpin, mengolah, dan                mengawasi usaha Waroeng Steak & Shake serta pemegang utama atas usaha ini sebagai pemilik          dengan keuntungan dan resikonya.
B.Manajemen : Bagian yang mengatur semua jalannya usaha ini dan berhubungan dengan                      penyelenggara Waroeng Steak & Shake.
C.Dapur :  Orang yang bertugas memasak makanan pada Waroeng Steak & Shake dan memiliki              tanggung jawab dalam mengelola masakan.
D.Kasir : Orang yang bertanggung jawab atas administrasi dan keuangan Waroeng Steak & Shake.
E.Pelayan : Orang yang memberikan pelayanan kepada konsumen dan bertanggung jawab akan                peralatan makan yang digunakan untuk usaha Waroeng Steak & Shake.
F.Keamanan : Orang yang bertugas manjaga keamanan dan kenyamanan Rumah Waroeng Steak &          Shake.


DAFTAR MENU DI WAROENG STEAK AND SHAKE

Nama Menu
Harga
Sirloin
15.500
Sirloin Double
22.000
Tenderloin
15.500
Tenderloin Double
24.000
Chicken
14.000
Chicken Double
16.000
Shrimp
15.500
Steak waroeng
16.000
Beef Steak
23.000
Blackpepper
23.000
Chicken Mushroom
16.500
Chicken Pepper
16.500
Rib Eye Import
32.500
Sirloin Import
34.000
Beef Burger
13.000
Chicken Burger
13.000
Steak Kakap
15.000
Steak Cumi
15.000
Tuna Mushroom
16.000
Tuna Pepper
17.000
Nasi Paprika Ayam
12.000
Nasi Paprika Sapi
15.000
Chicken Drumstick
15.000
Chicken Cordon Bleu
16.500
French Fries
9.500
Spaghetti
10.500
Kentang Lokal
6.000
Saos Spaghetti
2.500
Kuah Steak
2.500
Sayur Middle
2.500
Sayur Lengkap
3.500
Nasi Putih
3.000
Mushroom
2.500



Komentar

Postingan populer dari blog ini

THE OPEN GROUP ARCHITECTURE FRAMEWORK (TOGAF)

The Open Group Architecture Framework (TOGAF) merupakan suatu framework untuk mengembangkan arsitektur perusahaan. Sesuai namanya, TOGAF pertama kali dikembangkan pada tahun 1995 oleh The Open Group dengan berdasarkan pada Technical Architecture Framework for Information Management (TAFIM) yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Hingga saat ini, versi terakhir TOGAF yang dirilis telah mencapai versi 9.1. TOGAF merupakan sebuah kerangka (metoda) terperinci dan sekumpulan perangkat pendukung untuk mengembangkan sebuah arsitektur teknologi informasi perusahaan. Kerangka menyediakan sebuah klasifikasi untuk menghubungkan konsep-konsep yang menggambarkan dunia nyata pada konsep-konsep yang menggambarkan sistem informasi dan implementasinya. Kerangka digunakan untuk mengelompokkan informasi yang diperlukan dengan tujuan untuk menjelaskan keseluruhan perusahaan dan untuk menyimpan informasi tersebut, biasanya didukung oleh perangkat tempat penyimpanan yang tepat. F...

Pengertian Latex_LABSI

LaTeX I.PENGERTIAN LATEX      LATEX (LaTeX) adalah bahasa markup atau sistem persiapan pembuata dokumen untuk pengetikan sistem TeX, yang dinamakan berdasarkan gaya penulisannya sebagai LaTeX. Nama LaTeX itu sendiri hanya mengacu pada bahasa penulisan yang digunakan pada sebuah dokumen, bukan pada editor yang digunakan untuk menulis dokumen tersebut. Untuk membuat dokumen dalam format LaTeX, sebuah file berformat .tex harus dibuat menggunakan semacam text editor. Walaupun, banyak text editor yang dapat digunakan untuk membuat dokumen LaTeX, beberapa text editor sengaja dibuat khusus untuk menggunakan bahasa LaTex.      LaTeX sangat banyak digunakan di Institusi-Institusi pendidikan. Sebagai contoh, digunakan untuk menerjemahkan DocBook dan berbagai macam file berekstensi XML ke dalam format PDF, LaTeX digunakan karena kualitasnya yang tinggi dalam typesetting yang dapat dicapai oleh TeX. Sistem typesetting LaTeX menawarkan Desktop Publishing yang Pro...

Metodologi IT Audit

Metodologi IT Audit Dalam praktiknya, tahapan-tahapan dalam audit IT tidak berbeda dengan audit pada umumnya, sebagai berikut : 1.Tahapan Perencanaan Sebagai suatu pendahuluan mutlak perlu dilakukan agar auditor        mengenal benar obyek yang akan diperiksa sehingga menghasilkan      suatu program audit yang didesain sedemikian rupa agar              pelaksanaannya akan berjalan efektif dan efisien. 2.Mengidentifikasikan reiko dan kendali Untuk memastikan bahwa qualified resource sudah dimiliki, dalam      hal ini aspek SDM yang berpengalaman dan juga referensi praktik-    praktik terbaik. 3.Mengevaluasi kendali dan mengumpulkan bukti-bukti Melalui berbagai teknik termasuk survei, interview, observasi,      dan review dokumentasi. 4.Mendokumentasikan Mengumpulkan temuan-temuan dan mengidentifikasikan dengan auditee. 5.Menyusun laporan Mencakup tujuan p...