Langsung ke konten utama

TOU 2_Tugas 3_Fasion



KEMBAR GROUP


Toko kembar group adalah toko yang awalnya didirikan oleh bapak Sudarmon dan ibu Elni , toko ini di sebuah toko kecil yang berada di pulau Sumatra tepatnya di daerah Riau. Kembar group telah beridiri sekitar 21 tahun, dan sekarang toko ini sudah membuka 3 cabang di daerah riau. Dan biasanya pemilik toko berbelanja stok barangnya di aur kuning (Sumatra barat), tanah abang (Jakarta), jatinegara (Jakarta), dan cikampek. Toko kembar menjual berbagai macam barang seperti gaun, kaos pria/wanita, tas, sepatu dan bahkan boneka.di toko ini harga pun berhasabat dengan masyarakat , dari harga sepatu Rp.85.000- Rp.500.000 ,harga baju Rp.50.000- Rp.800.000 . tetapi di daerah riau itu  biasanya ada hari tertentu yang biasanya ramai orang berbelanja yang di sebut hari pasar,dan juga seperti hari besar menjelang lebaran, menjelang natal dan menjelang tahun ajaran baru (sekolah) ,dan harga di toko pun dapat di tawar .Biasanya pemasukkan lebih besar di saat hari itu di bandingkan hari-hari biasa. Dan awalnya toko ini sempat bergonta ganti nama dari dua saudara, mini shoes, dan kembar sampe sekarang.
Biasanya toko ini memasok barang 1 bulan sebelum hari-hari besar seperti lebaran dan natal, biasanya masyarakat disana lebih sering berbelanja pada saat mau lebaran atau pun natal.
di awal karirnya bapak sudarmon juga pernah merasakan pahitnya berjualan tetapi slhamdulillah sekarang toko ini menjadi toko yang cukup di kenal orang di daerah sana.





Struktur organisasi




Harga Barang “Kembar Group”

Jenis Barang
Harga
Kebaya
 Rp.700.000_
Gaun anak-anak
 Rp.155.000_
Kaos pria
 Rp.50.000_
Kaos wanita
 Rp.60.000_
Sepatu sekolah anak-anak
 Rp.85.000_
Sepatu pansus wanita
 Rp.99.000_
Sepatu kulit pria
 Rp.250.000_
Koper
 Rp.300.000_
Tas laptop
 Rp.285.000_
Topi
 Rp.25.000_
Boneka (Medium)
 Rp.150.000_
Boneka (Besar)
 Rp. 300.000_
 *Persatu barang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOU 2_Tugas 4_Taman baca

Taman Baca dan Bermain Awalnya taman baca ini mulai membuka taman baca ini  pada 1 Februari 2009 ,karena ada seorang wanita suka membaca dan juga sering membeli , dan saat membeli beliau membeli buku ia di tawarkan dengan harga yang mahal. Dan saat jalan pulang kerja kakak lewat di depan took buku yang berada di dekat kampus UI dan kakak ini mampir di sebuah took buku ,beliau di layani oleh seorang pemilik took yang sangat ramah yang membuat beliau betah di sana memilih buku, dan harganya buku pun murah dengan harga Rp.3000/1 komik (bekas) dan harga buku bacaan anak-anak dengan harga Rp.5000/4 komik (bekas) beda dari tempat yang pernah beliau jumpai sebelumnya. Beliau pun memborang buku dari toko dengan 10 buku. Dan tidak lama kemudian beliau berfikir untuk membuka taman bacaan dan mencari buku bekas untuk membuka taman bacaan, dan beliau mencoba mencari di JACC yang berlokasi di belakang bundaran HI lantai 3A membelanjakan Rp.700.000 dengan dapat 2 dus indomie yang di dal...

TOU_Tugas 5_Mencerita Organisasi

ORGANISASI BASKET Awalnya saya masuk organisasi ini saya masih duduk di kelas 1 SMA, ketika masuk organisasi ini saya hobbi sekali dengan olahraga basket ,dan biasanya  tim basket ini mengadakan latihan 3 kali dalam seminggu dan latihan di laksanakan sepulang sekolah dan biasanya dalam 2-3 bulan sekali kami mengadakan pertandingan dari sekolah-sekolah lain. Biasanya seminggu sebelum mengikuti pertandingan kami latihan setiap hari.             Dalam mengadakan latihan biasanya tim kami mendapatkan masalah, masalahnya seorang dari tim kami ada saja yang tidak bias hadir, dampak dari itu saat pertandingan kami  jadi tidak kompak. Dan maka dari itu kami mengadakan rapat, pada saat rapatlah kami mnegeluarkan kendala apa yang terjadi pada tim, “seperti saat latihan kenapa tidak hadir”.             Akan tetapi saya bangga memilik tim basket ini karena tim ini sangat s...

TOU 2_Tugas 2_Perusahaan Makanan

            H. Jody Brotosuseno dan istrinya, Hj. Siti Haryani adalah pemilik dari waroeng steak and shake.Pada awalnya, usaha ini didirikan di teras rumah kontrakan oleh Jody Brotosuseno dan istrinya Siti Hariyani, pada tanggal 4 September 2000 Jl.Cendrawasih_Demangan,Yogyakarta. Sebelum mempunyai usaha sendiri, mereka berdua telah aktif membantu usaha ayah Jody yang memang telah lebih dulu berkecimpung di dunia bisnis restoran steak bernama obong steak. Obonk steak memang sudah cukup lama berdiri di yogya dan sasaran konsumen restoran ini adalah kelas menengah ke atas.             Dari sinilah,siti haryani dan jody mempunyai ide untuk membuka tempat makan steak yang dapat menyentuh lapisan menengah ke bawah. Jody memilih nama waroeng sebagai brand usaha kulinernya untuk memberi kesan murah kepada konsumen. Jody juga tak segan memasang daftar harga di depan warung agar calon pembeli da...