Langsung ke konten utama

Penerapan Metode Certainty Factor dalam Sistem Pakar Pendeteksi Resiko Osteoporosis dan Osteoarthriti

Nama               : Ridho Hadi Guna
NPM/Kelas     : 19114294/3KA22
MataKuliah     : Pengantar Teknologi Sistem Informasi




Penerapan Metode Certainty Factor dalam Sistem Pakar Pendeteksi Resiko Osteoporosis dan Osteoarthriti.

A.    Bidang yang dikembangkan
Bidang yang di kembangkan dalam penelitian ini adalah aplikasi android untuk mengidentifikasi resiko penyakit osteoporosis dan osteoarthritis, dengan menggunakan metode factor kepastian (Certainty Factor) yaitu metode yang berdasarkan fakta.Dari hasil pengujian ini 80% keakuratannya.

B.     Masalah
Osteoporosis dan Osteoarthriti adalah dua penyakit yang sering dijumpai dan tidak banyak orang yang menyadari akan bahayanya dua penyakit ini osteoarthriti adalah penyakit yang dikenal degan pengkapuran yang disebabkan pengikisan pada struktur sendi ,sedangkan osteoporosis adalah pengeroposan pada tulang karena kurangnya kepadatan tulang.Kebanyakan masyarakat saat mengeluh sakit pinggang atau sendi langsung memilih obat penghilang rasa sakit atau kasus lainnya rutin minum susu yang mengandung kalsium tinggi karena menganggap didalam tubuh kekurangan kepadatan tulang padahal pengkeroposan dan pengkapuran adalah dua penyakit yang berbeda  tapi mirip gejalanya.Kurangnya kesadaran masyarakat akan perbedaan dua penyakit inilah yang menjdi latar belakang pembangunan system pakar untuk mendeteksi resiko penyakit yang di derita masyarakat apakah osteoporosis atau osteoarthriti.

C.    Solusi
Implementasi metode certainty factor untuk aplikasi system pakar mendeteksi penyakit osteoporosis dan osteoarthritis telah berhasil dengan persentasi keakuratan 80% . Alasan penggunaaan metode ini karena dapat memberikan hasil akurat yang didapatkan dari perhitungan berdasarkan bobot gejala yang dipilih pengguna,mampu memberikan jawaban pada permasalahan yang tidak pasti kebanarannya seperti masalah diagnose penyakit osteoporosis dan osteoarthritis. Aplikasi yang akan dibangun dengan berbasis mobile dengan system operasi android, karena perkembangan pengguna mobile khususnya android yang begitu cepat dan meningkat stiap tahunnya, sehingga peniliti semakin yakin bahwa system pakar ini mudah di jangkau oleh masyarakat.

D.    Evaluasi
Aplikasi ini mengadopsi system certainty factor yang digunakan ketika menghadapi masalah yang jawabannya tidak pasti, penelitian ini sangatlah bermanfaat untuk mendeteksi gejala penyakit osteoporosis dan osteoarthritis.
Rancangan alur kerja dan tampilan antar muka aplikasi sudah sangat baik, terdapat beberapa menu seperti menu periksa, menu info penyakit, info dokter, feedback, dan about.Diagram alur untuk aplikasi ini secara keseluruhan atau menu utama di jelaskan secara rinci.Diagram ini juga menggambarkan bagaimana rancangan aplikasi untuk menu utama dari aplikasi system pakar selain nama menu-menu yang akan digunakan pada aplikasi system pakar untuk menentukan osteoporosis dan osteoarthritis dengan metode certainty factor berbasis android ini.

E.     Kontribusi
Aplikasi ini sangat bemanfaat terutama untuk masyarakat berusia 30 tahun ke-atas untuk mendeteksi atau mendiagnosa pasien menderita osteoporosis dan osteoarthritis.Aplikasi ini juga memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit osteoporosis dan osteoarthritis.

F.     Critical Thinking
Menrut saya aplikasi ini berdampak positif bagi masyarakat terutama yang berusia lanjut.selain praktis aplikasi berbasis android juga mudah di gunakan untuk mendapatkan informasi mengenai penyakit osteoporosis dan osteoarthritis

           G.    Daftar Pustaka
            [1] Russel, S., dan Norvig, P. 2010. Artifical Intelligence: A Modern Approach, 3rd Edition.                 New Jersey: Pearson Education.
[2] Moskowitz, R., Altman, R., Buckwalter J., and Goldberg. 2007. Ostheoarthritis: Diagnosis and Medical/Surgical Management Fourth Edition. USA: Lippimcott Willams & Wilkins.
[3] Tandra, Hans. 2009. Segala Sesuatu Yang Harus Anda Ketahui Tentang Osteoporosis Mengenal, Mengatasi, dan Mencegah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
[4] Arthritis Research UK. 2013. Osteoarthritis in General Practice (Data and Perspectives) . England and Wales: Arthritis Research UK.
[5] Ministry of Health. 2013. World Osteoporosis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOU 2_Tugas 4_Taman baca

Taman Baca dan Bermain Awalnya taman baca ini mulai membuka taman baca ini  pada 1 Februari 2009 ,karena ada seorang wanita suka membaca dan juga sering membeli , dan saat membeli beliau membeli buku ia di tawarkan dengan harga yang mahal. Dan saat jalan pulang kerja kakak lewat di depan took buku yang berada di dekat kampus UI dan kakak ini mampir di sebuah took buku ,beliau di layani oleh seorang pemilik took yang sangat ramah yang membuat beliau betah di sana memilih buku, dan harganya buku pun murah dengan harga Rp.3000/1 komik (bekas) dan harga buku bacaan anak-anak dengan harga Rp.5000/4 komik (bekas) beda dari tempat yang pernah beliau jumpai sebelumnya. Beliau pun memborang buku dari toko dengan 10 buku. Dan tidak lama kemudian beliau berfikir untuk membuka taman bacaan dan mencari buku bekas untuk membuka taman bacaan, dan beliau mencoba mencari di JACC yang berlokasi di belakang bundaran HI lantai 3A membelanjakan Rp.700.000 dengan dapat 2 dus indomie yang di dal...

TOU 2_Tugas 2_Perusahaan Makanan

            H. Jody Brotosuseno dan istrinya, Hj. Siti Haryani adalah pemilik dari waroeng steak and shake.Pada awalnya, usaha ini didirikan di teras rumah kontrakan oleh Jody Brotosuseno dan istrinya Siti Hariyani, pada tanggal 4 September 2000 Jl.Cendrawasih_Demangan,Yogyakarta. Sebelum mempunyai usaha sendiri, mereka berdua telah aktif membantu usaha ayah Jody yang memang telah lebih dulu berkecimpung di dunia bisnis restoran steak bernama obong steak. Obonk steak memang sudah cukup lama berdiri di yogya dan sasaran konsumen restoran ini adalah kelas menengah ke atas.             Dari sinilah,siti haryani dan jody mempunyai ide untuk membuka tempat makan steak yang dapat menyentuh lapisan menengah ke bawah. Jody memilih nama waroeng sebagai brand usaha kulinernya untuk memberi kesan murah kepada konsumen. Jody juga tak segan memasang daftar harga di depan warung agar calon pembeli da...

Pemuda Dan Sosialisasi

      ·          Internalisasi Belajar dan Spesialisasi Internalisasi lebih mengarah pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut. Belajar lebih mengarah pada proses pembelajaran tingkah laku, yang sebelumnya tidak dimiliki sekarang telah dimiliki akibat proses pembelajaran tersebut. Sedangkan Spesialisasi lebih mengarah pada kekhususan yang telah dimiliki oleh seorang individu. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, kita pasti selalu bersosialisasi terhadap individu lain dimanapun kita berada. Perbedaan antar karakter menjadi identitas diri individu masing-masing. Perilaku setiap individu pun berbeda-beda, karena dari itu membuat individu lain mengambil suatu tindakan yang berbeda-beda. Tindakan-tindakan yang diambil oleh masing-masing individu bisa dibagi menjadi dua yaitu tindakan positif dan negatif. Tindakan positif akan diambil jika antar individu saling mengharagai adanya norma-norma yang b...